
Li Nono Niha Bosi Si-2, Semester 2
Author: Drs. Sukawati Zalukhu, MM. Category: Sekolah Dasar (SD) Publisher: Penerbit Sukma Cahaya Published: 2026 Pages: 100 Country: Indonesia Language: Bahasa Nias Dimension: 24 cm x 16 cm More DetailsDalam Bosi Si-2, semester-2 untuk kelas-2 SD, merupakan pengembangan pengenalan bagaimana penggunaan “do” (ya’odo=saya) dan apa perbedaannya dengan penggunaan “ndra’o (saya) dalam tata bahasa Nias. Tata Bahasa ini merupakan pengenalan tata Bahasa yang diperkenalkan pada Li Nono Niha Bosi Si-2, Jilid-1 pada yang terdaluhu. Buku ini diperkaya juga dengan “oda bulu geu” (sayur) khas yang dapat tumbuh dan dikonsumsi di pulau Nias. Sayur ini tidak berasal dari seberang. Tujuan pembelajaran ini agar siswa-siswi yang ada di pulau Nias memiliki konsep ke depan untuk menanam dan memelihara sayur-sayur khas Nias ini sebagai kebutuhan sehari-hari tanpa menunggu kedatangan sayur dari Seberang lautan. Kepada para siswa-siswa diperkenalkan warna khas dasar orang Nias yaitu putih, hitam, merah dan kuning. Kepada mereka disuguhkan makna warna-warna itu yakni hitam belambangkan para petani yang kuat bekerja di ladang atau di sawah atau di kebun sehingga warna kulitnya terbakar lalu hitam. Warna merah melambangkan keberhasilan seseorang dalam bertani dan berusaha. Dengan keberhasilan ini lahirlah dalam dirinya keberanian. Keberanian ini dilambangkan dengan warna merah. Selanjutnya, dengan keberhasilan bekerja dan berusaha ini seseorang memiliki emas. Sebab itu, dia dapat menyelenggarakan berbagai pesta termasuk persta besar yaitu mangowasa. Dalam pesta ini, banyak dipergunakan emas, beras dan babi. Sebab itu, makaian yang dikenakan pada pest aitu serba berwarna kuning. Warna kuning ini melambangkan kejayaan dan zaman keemas an seseorang. Warna putih melambangkan kesucian. Inilah yang dipakai waktu kematian agar orang yang meninggal itu dibersihkan dosanya dan berpakaian putih saat menghadap sang Pencipta. Suatu kesalahan besar bagi orang-orang Nias yang berpakaian hitam waktu berkabung. Ini pengaruh budaya barat. Hal ini perlu ditanamkan kepada para siswa-siswi yang ada di pulau Nias. Selanjutnya, pelajaran ini diperkaya lagi dengan topik “Baru Sibohou” (pakain baru) yang ada hubungannya dengan La’ala’a tersebut di atas. Lingkungan diperkenalkan kepada para siswa melalui penyajian pelajaran tentang tanaman, urifõ (hewan peliharaan) dan Utu Ndru’u (Binatang buas).
