
Li Nono Niha Bosi Si-6, Semester 1
Author: Drs. Sukawati Zalukhu, MM. Category: Sekolah Dasar (SD) Publisher: Penerbit Sukma Cahaya Published: 2026 Pages: 100 Country: Indonesia Language: Bahasa Nias Dimension: 24 cm x 16 cm More DetailsBuku ini membuka pengajaran dengan materi “gamaudu” (arah) agar para siswa mengetahui bagaimana mengatakan dan memberitahukan arah dalam Bahasa Nias kepada seseorang. Pelajaran dilanjutkan dengan kata-kata sambung dan ungkapan Ulau (ulau manga ua), da (da ulau manga ua), lau ………. na ( lau manõ sa na ya’ia). Materi pelajaran berikutnya dilanjutkan dengan pembentukan Kata Kerja berawalan “mo” dari suatu Kata Benda dalam Bahasa Nias. Dulu (ombak) menjadi modulu (berombak), haga (sinar, Cahaya) menjadi mohaga (bercahaya, bersinar), akhi (adik) menjadi mo’akhi (beradik), tandru (tanduk) menjadi motandru (bertanduk). Kata Kerja berawalan “mo” dibentuk dengan penambahan “mo” di depan Kata Benda itu. Demikian juga Kata Dasar berawalan “s” dapat membentuk Kata Kerja berawalan “ma”. Su’a (ukur) menjadi manu’a (mengukur), sifa (sepak) menjadi manifa (menyepak), sese (teliti) menjadi Manese (meneliti). Begitu juga Kata Benda berawalan “ba” dapat membentuk Kata Kerja berawalan “mam” dengan menghilangkan huruf “b” pada kata benda itu seperti : badu (minum) mamadu. Kata benda berawalan “ba” ini dapat juga membentuk Kata Kerja berawalan “mo” seperti :”badu” (minum) menjadi mobadu (meminum). Kata perintah : Be’e menjadi mame’e. Kata Benda “bekhu” menjadi Kata Kerja mobekhu (berhantu). Kata Benda “binu” (tumbal) menjadi Kata Kerja : mobinu (bertumbal). Kata Perintah : “boto” (pecahkan) menjadi : mamoto (memecahkan) atau momboto (memecahkan). Khusus Kata “bua” dan “bu’a”. bua (tanpa umlaut) merupakan Kata Benda berarti buah. Bila dijadikan Kata Kerja bentuknya : mowua (tambah mow). Tapi bila ditulis dengan tanda baca “bu’a”, kata ini menjadi Kata Perintah bentuk Kata Kerjanya Adalah mamu’a atau mombu’a. Program pembelajaran ini ditutup dengan pemaparan “me” dalam bilangan bertingkat : dua- mendrua, tõlu-medõlu, felezara-mewelezara, otu – me’otu. Selanjutnya “me” ini mempunyai arti lain yaitu sebab : Me õ’andrõ ba ibe (karena engkau minta maka dia memberi). “Me” dalam arti Ketika. Me tohare’õ oi mozizio fefu niha (Ketika engkau tiba, berdiri semua orang). Arti lain dari “me” yaitu karena hanya. Me ha ya’o nono namagu, u’odõdõgõ sibai wohalõŵõ. (karena hanya saya anak bapakku, aku sungguh-sungguh sekali bekerja).
