
Li Nono Niha Bosi Si-4, Semester 1
Author: Drs. Sukawati Zalukhu, MM. Category: Sekolah Dasar (SD) Publisher: Penerbit Sukma Cahaya Published: 2026 Pages: 100 Country: Indonesia Language: Bahasa Nias Dimension: 24 cm x 16 cm More DetailsLi Nono Niha Bosi Si-4, Semester 1 proses belajar-mengajar diawali dengan pemaparan Kata Sifat yang dimulai dengan Vokal. Alio merupakan kata sifat yang dimulai dengan “a” (vocal). Bila “alio” ini ditambahkan huruf “s” didepan “a” maka kata sifat ini mendapat tambahan “yang” pada artinya. Alio = cepat. Salio = yang cepat. Arizerize = langsing. Sarizerize = yang langsing. Elungu = tersesat. Selungu = yang tersesat. Asese = sering. Sasese = yang sering. Akan tetapi Kata sifat yang berawalan dengan konsonan perlu ditambahkan “si” atau “sa” pada kata sifat itu untuk mendapatkan pengertian “yang”. Taya = hilang. Sitaya = yang hilang. Manukou = mengantuk. Sanukõu = yang mengantuk. Selanjutnya pelajaran pada buku ini dikembangkan dengan menjelaskan :pengertian : uhalõ tangagu (kuambil sendiri dengan tanganku). Uhalõ tõdõgu (kutempatkan pada diriku). Afõkhõ dõdõgu (saya tersinggung). Afõkhõ = sakit. Jadi Kata Sifat. Dõdõ berasal dari kata “tõdõ”. Jadi bila kata sifat mendahului kata benda maka huruf awal dari kata benda itu berubah. Untuk berawalan “t” berubah jadi “d”. tõdõ menjadi dõdõ. Afõkhõ dõdõgu. Ada juga penambahan huruf “g” pada Kata Benda yang didahului oleh Kata Sifat. Afõkhõ gahegu. Gahe berasal dari kata dasar “ahe”. Untuk mengungkapkannya dalam sebuah kalimat maka pada “ahe” ditambahkan di depannya huruf “g” menjadi gahe. Abua gahegu wofanõo. (berat kakiku berangkat). Tapi pengertian yang dimaksud yaitu : berat sekali bagi saya meninggalkan kalian. Bahan pengajaran selanjutnya dikembangkan lebih terperinci bagaimana nama-nama bulan dalam Bahasa Nias dan apa kegiatan pada setiap bulan tersebut. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud tergantung pada musim yang sudah dialami oleh masyarakat Nias dari generasi ke generasi.
