No Image Available

Li Nono Niha Bosi Si-3, Semester 1

 Author: Drs. Sukawati Zalukhu, MM.  Category: Sekolah Dasar (SD)  Publisher: Penerbit Sukma Cahaya  Published: 2026  Pages: 100  Country: Indonesia  Language: Bahasa Nias  Dimension: 24 cm x 16 cm More Details
 Description:

Dalam Bosi Si-3, Semester 1 ini, dikhususkan untuk Kelas-3 SD, semester pertama dikembangkan tata Bahasa Nias tentang U-GU (Uhalo mbukugu). Dalam menerapkan pelajaran ini disajikan kepada siswa-siswi perbedaan : ya’o zangai buku dan mangai buku ndrao. Uhalo mbuku dan Uhalo mbukugu. Selain itu, dijelaskan kepada mereka beberapa kata yang dapat dipakai untuk mengungkapkan sesuatu. “Halo” artinya ambil. “Mangai” artinya juga mengambil. Tapi dalam kalimat di atas hanya “halo” yang dapat dipakai untuk “u”. tidak boleh dipakaii “mangai”. Salah kalau dikatakan : uzangai buku (salah). Perbedaan lagi antara “Uhalo Mbukugu” dan “Ya’o zangai buku”.  Pada kalimat “uhalo mbukugu” kata “buku” ditulis dengan “mbuku” (ditambah “m” pada buku) sedangkan pada kalimat Yao zangai buku, kata “buku” tetap atau tidak mendapat tambahan huruf lain. Disinilah salah satu kekeliruan Bahasa Nias sekarang. Para pemakai Bahasa ini kurang menyadari pemakaian tata Bahasa yang sebenarnya. Mereka tak peduli. Yang penting, mereka dapat dimengerti oleh orang lain menurut mereka. Pelajaran ini diperkaya dengan lingkungan hidup yaitu “Oda Fakhe” (nasi untuk kita). Disini dijelaskan perbedaan kata dasar “Fache” (nasi) dengan perubahan menjadi “wakhe”. “fache  goda ma’okho “dan “U’a wakhe ma’okho”. Kontaminasi yang sudah melembaga terjadi dalam berbahasa Nias yakni tak sedikit orang Nias berbicara dengan mengatakan : “wakhe goda ma’okho” atau U’a fakhe ma’okho”. Dengan pelajaran ini siswa-siswai kelas-3 SD di pulau Nias secara bertahap mengenal dan menguasai serta mempraktekan pemakaian bahasa Nias yang sebenarnya. Untuk memperkaya pengetahuan para siswa, diberikan dalam buku pelajaran ini pengertian “ha” dan “andro”. Ha memiliki arti “harus, wajib”. Ha uhalo mbuku da’o (harus saya ambil buku itu). Ha yao nono namagu (hanya aku anak bapakku). Begitu juga pengertian “andro” memiliki arti “minta” ( andro gefe=minta uang), “sebab itu” (andro wa mofano ia=sebab itu dia pergi), dan “lah” (ya’ia andro=begitulah). Buku ini ditutup dengan “nga’ola ngaluo”. Dalam kehidupan masyarakat Nias pada zaman dulu, hari itu dipilah menurut waktu. Jam 06.00 pagi disebut “Tetendro ba hili” (terang). Jam 09.00 pagi disebut “Aboto sino” (matahari memancar), Jam 12.00 siang disebut : Laluo (matahari tegak lurus), Jam 14.00 sore disebut Alawu (matahari turun).

 Back